Sebelum berbicara jauh tentang bahaya malas terhadap pencapaian prestasi,alangkah baiknya kita perhatikan dulu motivasi dan sekaligus perintah dari Allah Swt berikut ini:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Kemudian
apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(QS.
3:159)
Ternyata
Dzat yang menciptakan alam semesta ini sangat sayang terhadap
hamba-Nya. Allah menghendaki hambanya menjadi makhluk yang kuat, manusia
yang berprestasi yang disokong dengan semangat dan tekad yang membara.
Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya tersesat dan tegelincir ke dalam
jurang kenistaan dan kemiskinan. Bukankah pada ayat Al Quran di atas
Allah telah menuntunkan agar kita senantiasa membulatkan tekad? Artinya,
kita dituntut untuk senatiasa menggantungkan cita-cita yang tinggi yang
ditopang dengan semangat dan kemauan yang kuat. Kita dituntut untuk
dapat menciptakan karya-karya yang prestatif yang dapat mengangkat
harkat dan martabat diri baik di lingkungan masyarakat maupun di hadapan Sang Kholiqnya.
Sangat
disayangkan jika Anda mengaku sebagai hamba yang beriman kepada Allah
Swt menjadi orang pemalas, malas belajar, malas bekerja, apalagi malas ibadah.....yaach
sayang! Mana ada sih orang malas yang sukses? Biasannya sih kebanyakan
orang malas itu berprofesi sebagai pengacara....pengangguran banyak acara. Kapan suksesnya?
Asal
tahu saja kemalasan adalah musuh produktivitas. Jika kita malas, tidak
ada cara lain kita bisa mencapai hal-hal yang berarti. Kita mungkin
menunda-nunda melakukan sesuatu, atau bahkan jika kita melakukannya,
kita melakukannya dengan setengah hati. Hasil berkualitas tinggi tidak akan tercapai dengan cara-cara seperti itu.
Rasa
malas mungkin menjadi momok buat Anda dan bisa menjadi salah satu
penyebab yang bisa menghambat Anda untuk meraih kesuksesan. Coba
bayangkan bila Anda sedang berusaha membangun sebuah usaha mulai dari
awal dengan sebuah perencanaan yang sudah sempurna, tapi tiba-tiba
ketika akan menjalankan usaha tersebut malah tersandung masalah sehingga
usaha Anda menjadi surut bahkan hampir-hampir bangkrut. Ketika itu Anda
datang keteman Anda yang pengacara tadi pasti mereka bilang,"Ah, bisnis
kayak gitu kok kamu jalani terus, eman modalmu akan akan ludes tidak
bisa kau nikmati. Udahlah gabung aja dengan kite-kite ini yang selalu
happy tiap hari....Oyee! Bila Anda tidak dapat mengendalikan emosi,
mulailah saat itu rasa malas menghinggapi pada diri Anda. Tentu hal itu
akan menjadi penghambat bagi Anda untuk meraih sebuah kesuksesan.
Rasa
malas tidak hanya menghalangi Anda dalam hal mengejar kesuksesan. Tapi
hampir semua kegiatan yang positif selalu di hambat oleh rasa malas yang
ada pada diri Anda. Biasanya orang-orang yang sukses dalam bidang yang
ditekuninnya tidak pernah berhenti mencoba dan selalu berusaha untuk
mencari solusi dari masalah yang dihadapinya sehingga bisa bersemangat
dalam menjalankan aktivitas harian. Bagi orang yang prestatif tidak ada
istilah gagal, yang ada hanyalah belajar mencari pengalaman. Karena
baginya kesuksesan itu ada dibalik pengalaman yang panjang. Oleh karena
itu Anda harus melawan rasa malas itu agar bisa menjalankan semua
rencana yang telah dibuat sehingga bisa lebih cepat menggapai cita-cita
yang telah ditetapkan sejak lama.
Faktor
yang mempengaruhi kemalasan seseorang mungkin akan berbeda-beda
tergantung dari keadaan lingkungan, ekonomi dan pergaulan. Misalnya,
orang yang secara ekonomi susah akan selalu bekerja keras tanpa malas,
karena dia tahu bahwa kalau tidak bekerja tidak bisa makan dan
kelaparan. Itupun kalau mereka mau bergaul dengan orang yang visioner
yang bisa memberi teladan dan motivasi kepada mereka. Sedangkan orang
yang sudah mendapatkan banyak warisan akan cenderung malas bekerja
karena dia merasa sudah mempunyai banyak uang dan cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Apalagi kalau ditambah tiap hari bergaulnya dengan
para pengacara tadi wach... bisa berabe deh karena perasaan malas itu
akan selalu menghantui jiwa mereka, maka yang akan terjadi pasti suuram
masa depannya.
Terlepas
dari semua itu, kita harus bisa melawan rasa malas yang ada pada diri
kita sehingga bisa terus tumbuh menjadi lebih baik lagi dalam segala
hal. Jadi kita perlu untuk mengatasi kemalasan agar menggapai prestasi
yang tinggi. Awas, malas pembunuh prestasi.
Sumber: 1. http://www.akuinginsukses.com
2.sarungpreneur.com ›
3. Tafsir Depaq RI,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar